[Al Islam 640] Suasana peringatan maulid Nabi saw tahun ini kembali menyapa kita. Tentu sangat layak kita merenungkan kembali keteladanan Nabi saw yang paripurna baik sebagai pribadi, pemimpin keluarga maupun pemimpin negara. Juga penting kita renungkan sudah sejauh mana kita meneladani Rasul saw dan benarkah kita sudah memuliakan Beliau atau sebaliknya, tanpa kita sadari atau karena terselewengkan, yang terjadi justru pengkerdilan terhadap teladan Rasul saw, bukannya memuliakan dan mengagungkan (takrîman wa ta’zhîman) Beliau saw.
[Al-Islam 639] Tim Densus 88 kembali menembak mati tujuh orang terduga teroris dan menangkap empat orang lainnya pada Jumat (4/1). Mereka diduga terkait jaringan kelompok Poso yang dipimpin oleh Santoso.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Boy Rafli Amar mengatakan, penangkapan bermula pada Jumat (4/1/2013). Dua teroris tewas ditembak di halaman Masjid Nur Alfiah, di dalam Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar, sekitar pukul 10.30 Wita (kompas.com, 5/1/2013). Lima orang terduga teroris lainnya ditembak di Dompu NTB.
[Al Islam 638] Tahun 2012 telah berlalu. Berbagai peristiwa dan kejadian terjadi terhadap umat selama tahun 2012. Semuanya menunjukkan bahwa masalah multikompleks masih terus mendera umat.
Amerika dan Aliansinya Berpacu dengan Waktu Menyiapkan Koalisi yang Akan Memerintah dan Mendukungnya dengan Inisiatif-Inisiatif Internasional
Hal Itu Karena Khawatir Didahului oleh Al-Khilafah Al-Islamiyah di Pusat Dar al-Islam
[Al Islam 637] Hari-hari ini terjadi eskalasi yang sangat menyolok dari inisiatif-inisiatif politik untuk menyelesaikan krisis Suriah. Yang mutakhir adalah inisiatif Erdogan seperti dikutip oleh berbagai media massa pada 17 dan 18 Desember 2012, dan masih terus berlanjut. Ini menunjukkan berbagai lingkaran politik telah mulai serius. Tingkat keseriusan itu makin tinggi, sebab Moskow yang terkenal dengan sikapnya yang berdiri di samping rezim Suria dengan begitu kuat, justru menganggap inisiatif Erdogan itu “inovatif” dan tidak menolaknya seperti kebiasaannya selama ini! Hal paling menonjol dalam rencana itu adalah “Bashar turun dari kekuasaan pada tiga bulan pertama tahun 2013 dan kekuasaan pada masa transisi diserahkan kepada Koalisi Nasional …”.
[Al Islam 636] Sistem pemerintahan yang diberlakukan sekarang –yakni Kapitalis Sekuler– telah nyata gagal memberikan kesejahteraan. Seorang perempuan yang sejatinya adalah seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya, dalam sistem kapitalis telah berubah menjadi mesin ekonomi. Dalam sistem kapitalis, perempuan bekerja bukan karena mengakomodir jargon kesetaraan gender, namun alasan utama pemanfaatan jasa mereka lebih pada hitung-hitungan ekonomi. Pudjiwati Sayogjo (1989), pakar Sosiologi Pedesaan IPB, menyatakan bahwa memperkerjakan perempuan lebih menguntungkan. Selain teliti, tekun dan sifat-sifat lain yang umumnya menjadi ciri khasnya, tenaga kerja perempuan dipandang lebih penurut dan murah sehingga secara ekonomis lebih menguntungkan bagi pengusaha.
[Al Islam 635] Seusai menghadap presiden SBY untuk audiensi tentang kesiapan penyelenggaraan perayaan puncak Natal 2012, ketua panitia Perayaan Natal Nasional, Nafsiah Mboy yang juga menteri kesehatan, menyatakan bahwa presiden SBY dan wapres Boediono akan turut menghadiri perayaan puncak Natal nasional yang akan diselenggarakan tanggal 27 Desember. Mboy juga menyatakan, “Presiden mengharapkan penyelenggaraan puncak perayaan Natal 2012 bersifat inklusif, dan dapat dirasakan semua pihak, tidak hanya oleh umat Kristiani. ” (lihat, antaranews.com, 7/12).
Keluarnya Resolusi Internasional bahwa Palestina Hanya Tepi Barat dan Jalur Gaza Saja, Merupakan Penghiburan, Ratapan, ataukah Pesta yang Dirayakan dan Sikap Heroik?
[Al Islam 634] Malam ini dikeluarkan resolusi dari Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa bahwa Palestina merupakan negara pengamat non-anggota. Palestina yang dimaksud adalah sesuai batas wilayah dalam keputusan Majelis Umum PBB 4 Juli 1967, yaitu “Tepi Barat dan Jalur Gaza”. Otoritas di Tepi Barat, khususnya Fatah, merayakannya. Abbas dan Erekat bersorak untuk pesta Palestina dan hari bersejarah. Di Jalur Gaza, Hamas mendukung kegembiraan Fatah. Khalid Meshal dan Ismail Haneya memberi ucapan selamat kepada upaya Abbas! Resolusi yang “menghapus” Palestina 48 selamanya, bagi mereka dianggap sebagai kemenangan gilang gemilang, seperti yang dikatakan oleh Abbas. Seandainya resolusi itu dipaksakan terhadap mereka niscaya kita katakan mereka dipaksa. Akan tetapi mereka berjalan mengupayakan keluarnya resolusi itu. Bahkan di atas keburukan ini, dua teman yang selama ini berseteru yaitu Fatah dan Hamas, bisa berkumpul. Padahal sebelumnya keduanya belum pernah berkumpul di atas kebaikan! Maha benar Allah SWT yang berfirman:
[Al-Islam 633] Pemerintah tak akan merealisasikan wacana satu hari tanpa BBM bersubsidi untuk melakukan penghematan. Pasalnya, besaran angka penghematan tak signifikan, apalagi dikhawatirkan akan ada gejolak di tengah masyarakat akibat tak adanya BBM bersubsidi (Kompas.com, 27/11).
Awalnya Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mewacanakan hari Ahad 2 Desember sebagai Hari Tanpa Bensin Bersubsidi. Rencananya, pada hari itu semua SPBU di pulau Jawa Bali dan lima kota besar di luar pulau Jawa Bali yaitu Medan, Batam, Palembang, Balikpapan dan Makasar, tidak melayani penjualan BBM bersubsidi dari pukul 06.00 – 18.00, dan tetap melayani penjualan BBM non subsidi.
[Al-Islam 632]
بسم الله الرحمن الرحيم
Menolong Gaza Bukan dengan Mediasi yang Menyerukan untuk Tenang dan Delegasi Bela Sungkawa atas Syuhada’
Menolong Gaza Tidak Lain dengan Pasukan Besar yang Menyerang Entitas Yahudi Pagi dan Petang
Selama empat hari berturut-turut, Gaza dibombardir oleh entitas Yahudi dari darat, laut dan udara. Puluhan orang syahid dan ratusan lainnya terluka… Sementara para penguasa negeri kaum Muslimin, khususnya yang memiliki kedekatan kekerabatan! hanya sibuk menghitung syuhada’ dan korban luka. Mereka berlomba menyatakan penolakan dan pengingkaran. Mereka memprotes dengan seruan yang lembut, bahkan bergumam! Menteri luar negeri Qatar, sponsor entitas Yahudi di kawasan, memperingatkan dan mengancam melalui bulu burung onta istananya bahwa serangan Yahudi, “Tidak boleh berlalu begitu saja tanpa sanksi!” Lalu mereka berkomunikasi satu sama lain, mengobrol tentang penderitaan yang terjadi di Gaza. Mereka menampakkan kesedihan atas apa yang terjadi. Mereka saling berjanji mengirimkan mediator untuk menenangkan suasana atau delegasi bela sungkawa … Maka pemboman atas Gaza pun terus berlangsung sementara delegasi ada di depan mereka tanpa ada pergerakan dari para penguasa yang tetap diam saja! Bahkan cara yang terbaik dari mereka dengan mengawali harinya pagi-pagi dengan ucapannya, “Saya berkomunikasi sebentar dengan presiden Amerika Obama dan terjadi pembicaraan di antara kami seputar pentingnya penghentian serangan ini dan agar tak terulang lagi”. Dia memulai harinya dengan berbicara bersama penjaga keamanan entitas Yahudi, Obama, seputar pentingnya penghentian serangan …! Itu yang justru dia lakukan untuk mengawali harinya dan bukannya memulai hari dengan menunaikan shalat Subuh dan menggerakkan pasukan untuk membela darah warga Gaza yang ditumpahkan oleh tangan-tangan Yahudi. Pepatah mengatakan, “Darah adalah darah dan kehancuran adalah kehancuran”. Bukannya melakukan itu, justru dia memulai harinya dengan berbicara bersama Obama! Bahkan yang lebih menyakitkan dan ironis, ketika teman mereka ditanya, “Kalau begitu apa perbedaan antara Anda dengan penguasa yang telah tumbang. Ia dahulu menarik duta besar, menyatakan kritik dan penolakan atas serangan dan berkomunikasi dengan Obama …? Ia menjawab: “Ada perbedaan! Kami melakukan itu segera. Sedangkan penguasa yang telah tumbang dan para pendukungnya, mereka melakukannya dengan lambat!”
[Al-Islam 631] Kita sudah memasuki tahun baru 1434 hijriyah. Tentu tidak seharusnya kesemarakan menyambut tahun baru hijriyah ini hanya sekadar perayaan seperti halnya semarak penyambutan tahun baru masehi.
Keputusan Umar bin al-Khaththab yang menjadikan tahun hijrah Nabi dan para sahabat dari Makkah ke Madinah sebagai awal penanggalan tahun hijriyah dan kemudian disepakati oleh para sahabat, tentu memiliki makna besar. Pasalnya, dengan hijrah itulah berdiri Daulah Islam dan terbentuk masyarakat Islam di Madinah. Karena itu makna hijrah inilah yang harus direnungkan dan direfleksikan ke tataran riil sat ini.